Wednesday, April 10, 2013

Ini Tandanya Kalau Bayi Kita Cewek


TANDA jika anda sedang mengandung bayi perempuan ada beberapa macam. Secara singkat dan praktis mungkin anda tak perlu repot repot memperhatikan tanda-tanda sedang hamil bayi perempuan, tetapi tak ada salahnya juga dijadikan sebagai bahan pengetahuan di era modern ini.
Hamil Cewek
TANDA jika anda sedang mengandung bayi perempuan ada beberapa macam. Secara singkat dan praktis mungkin anda tak perlu repot repot memperhatikan tanda-tanda sedang hamil bayi perempuan, tetapi tak ada salahnya juga dijadikan sebagai bahan pengetahuan di era modern ini. 

Untuk wanita yang tak mau ambil pusing bisa saja langsung datang ke dokter untuk melakukan USG. Tinggal bayar dokter dan hasil instan pun bisa diperoleh secepat kilat. Lalu apakah hasil USG pasti benar dan akurat? Belum tentu dan tidak selalu akurat. 

Tak sedikit juga hasil USG yang tak sesuai dengan fakta saat bayi telah lahir ke dunia. USG bukan satu satunya peramal yang tepat untuk memprediksikan jenis kelamin bayi yang dikandung wanita. 

Nah agar kita terjebak pada pola pikir seputar ketidakpastian hasil USG, maka ada baiknya kita menggali lagi warisan leluhur yang tak kalah hebatnya dengan ilmu kedokteran modern. 

Begini Caranya Ingin Punya Anak Cewek


INGIN memperoleh anak perempuan? berikut ulasan yang dikutip dari tabloid nova online, Menurut dr. Muhammad Natsir, Sp.OG, M.Kes ada 6 Tips dan pedoman bagi yang mendambakan bayi perempuan. Yaitu :
Bayi Cewek
INGIN memperoleh anak perempuan? berikut ulasan yang dikutip dari tabloid nova online, Menurut dr. Muhammad Natsir, Sp.OG, M.Kes ada 6 Tips dan pedoman bagi yang mendambakan bayi perempuan. Yaitu :

1. Lakukanlah sanggama 3 hari sebelum ovulasi. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari indung telur. Untuk mengetahui terjadinya ovulasi pada seorang wanita maka terlebih dahulu harus melakukan konsultasi ke dokter kandungan. Lalu, hentikan sanggama 2 hari sebelum ovulasi. Sanggama dapat dilakukan kembali 2 hari sesudah ovulasi.

2. Sesaat sebelum Anda melakukan sanggama, semburkan liang kemaluan (vagina) dengan campuran antara 1 liter air + 2 sendok makan garam meja putih.

3. Ketika melakukan sanggama hendaknya istri berusaha untuk menghindari orgasme karena hal ini akan mengeluarkan sekresi alkalis yang akan menetralisasi kandungan asam.

Tuesday, April 9, 2013

HIV/AIDS Menjalar Ke Gunung Sitoli

PENYAKIT HIV/AIDS kini telah merambah ke kawasan Gunung Sitoli, Nias, bahkan kasusnya itu terus mengalami peningkatan. Hal itu ditegaskan Toton Ebanta Kaban, pendiri Medan Plus yang mendampingi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
HIV/AIDS

PENYAKIT HIV/AIDS kini telah merambah ke kawasan Gunung Sitoli, Nias, bahkan kasusnya itu terus mengalami peningkatan. Hal itu ditegaskan Toton Ebanta Kaban, pendiri Medan Plus yang mendampingi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Ini salah satu gambaran awal kalau HIV/AIDS itu sudah ada disana,” katanya, kepada wartawan, Selasa (9/4). 

Namun, untuk kebutuhan obat Antiretroviral (ARV) sebutnya, maka pihak pendamping dari Medan Plus harus mengambilnya ke Medan. 

“Disana ada empat kabupaten, kalau ada satu saja pelayanan ini bisa membantu kabupaten lain. Padahal SDMnya sudah dilatih, hanya tinggal komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saja untuk segera menyiapkan pelayanan yang dibutuhkan. Jangan sekedar wacana saja, jangan ditunda-tunda lagi,” harap Toton.

Begitupun, sambungnya, adanya kekhawatiran ODHA disana statusnya diketahui kalau memeriksakan diri dan mengambil obat ARV di daerahnya sendiri. 

“Mereka tidak mau di tes, stigma masih tinggi disana, masyarakat tidak siap menerima,  padahal perilaku beresiko ada disana,” ujarnya. Dengan permasalahan itu, Toton menilai kalau hal itu merupakan tantangan  dan pekerjaan rumah bagi pemimpin daerah setempat.

Friday, April 5, 2013

Penderita Kusta Asal Sergai Ini Tuntut Sembako


RATUSAN pasien penyakit kusta dari Unit Pelayanan Teknik (UPT) Rumah Sakit (RS) Kusta Belidahan, Serdang Bedagai (Sergai) menuntut bantuan sembako yang diberikan pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang beberapa bulan terakhir ini tidak lagi berjalan.
Penderita Kusta di Dinkes Sumut
RATUSAN pasien penyakit kusta dari Unit Pelayanan Teknik (UPT) Rumah Sakit (RS) Kusta Belidahan, Serdang Bedagai (Sergai) menuntut bantuan sembako yang diberikan pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang beberapa bulan terakhir ini tidak lagi berjalan.
 
Tuntutan itu dilakukan dalam aksi mereka di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Jalan HM Yamin, Kamis (04/04/2013). Karena pembagian sembako yang mereka sejak 1953, sering tersendat bahkan tidak dibagikan. Selain masalah pelayanan lainnya juga tidak mereka peroleh.
 
"Sembako itu, diantaranya beras yang biasa diberikan sejak tanggal 1 - 4 bulan ini belum juga dibagikan. Minyak lampu sudah 3 bulan tidak dibagikan, begitu juga dengan minyak goreng, gula dan kebutuhan lainnya. Selain itu, perawat yang ada juga suka berlaku tidak baik dan dokter yang bertugas di RS ini, tidak pernah nampak sudah sejak 3 bulan yang lalu," Jalpren Purba (78), penyandang Kusta.
 
Aksi 150 penderita kusta itu hanya mengharapkan bantuan sembako tersebut tetap diberikan tepat waktu. "Kami harap ini tetap berjalan. Di tempat penampungan juga sampai saat ini tidak ada listrik masuk, kami mengharapkan itu," katanya.

Menanggapi hal ini, Kadinkes Sumut, dr Surjantini MKes melalui Sekretaris Dinkes ,  Wahid Khusyairi mengakui bahwa, sebelumnya, pihaknya memang memberikan bantuan kebutuhan bahan pokok untuk para penderita kusta di RS tersebut. Namun itu diberikan hanya untuk penderita bukan untuk mantan pasien, namun hal itu juga tidak memiliki payung hukum.

"Kami memang memberikan bantuan kepada para penderita kusta di penampungan, tapi kita sadar itu salah. Karena kita juga tidak memiliki payung hukum untuk itu. Ini seharusnya tanggung jawab Dinas Sosial. Misalnya memperdayakan mereka melalui keterampilan atau apa saja," ujarnya.

Lanjutnya, seharusnya, penderita penyakit kusta dari tahun ke tahun harus berkurang bahkan RS kusta sudah seharusnya ditutup. Sehingga pengobatannya cukup di puskesmas saja.
 
"Penderita kusta saat ini hanya tinggal sedikit dan yang melakukan aksi tersebut adalah mantan penderita kusta. Jadi tidak bisa berbuat apa apa. Persoalan ini seharusnya menjadi tanggung jawab Dinsos," katanya.(sbr)

Wednesday, April 3, 2013

Pasca Ditabrak KA, Bocah Dan Parbetor Membaik

PASCA ditabrak Kereta Api di Jalan Padang, Medan Tembung, yang menewaskan 2 orang, kemarin, kondisi Rifki, bocah 2 tahun dan Syafril (40) tukang becak berangsur-angsur mulai membaik.
Rifki (repro)
PASCA ditabrak Kereta Api di Jalan Padang, Medan Tembung, yang menewaskan 2 orang, kemarin, kondisi Rifki, bocah 2 tahun dan Syafril (40) tukang becak berangsur-angsur mulai membaik.

Semula kondisi Rifki sangat memprihatinkan ketika diangkut ke IGD RSU dr Pirngadi Medan, namun setelah satu malam mendapatkan perawatan di ruang ICU, kondisinya mulai membaik.

Dikarenakan kondisi Rifki mulai stabil, oleh dokter Rifki dipindahkan ke ruang 9 lantai 4 gedung putih RSUD dr Pirngadi Medan. Pantauan wartawan saat ditemui di ruangan anak tersebut Selasa (2/4) terlihat Rifki sedang tertidur pulas.

Yani (54) nenek Rifki yang menjaga di ruangan tersebut kepada wartawan, mengakui kondisi Rifki mulai membaik. "Kondisi cucu saya mulai membaik," ujarnya.

Walaupun kondisinya mulai membaik, Yani merasa sedih melihat Rifki, pasalnya ditengah-tengah keterlelapan Rifki ia sesekali terbangun untuk minta pulang sembari menjerit memanggil ibunya. 


"Ia sering terbangun, minta pulang sambil menangis memanggil ibunya. Bunda, bunda," ujar wanita paru bayah seraya mengipas-ngipas Rifki.

Amatan wartawan di ruangan Rifki dirawat, terlihat bocah tersebut  sedang tertidur pulas, dengan kondisi tangan terinfus dan kening diperban akibat luka robek, dan wajah penuh luka lecet.

Bidvertiser