Sunday, March 31, 2013

Mau Kurus? Nonton Film Hantu Saja


DUDUK di depan televisi sering dikaitkan dengan risiko kegemukan dan gangguan jantung, kecuali yang ditonton adalah film horor. Nonton film-film yang seram atau mencekam diklaim bisa membakar kalori sama banyak dengan 30 menit jalan kaki.
Photo Hantu
DUDUK di depan televisi sering dikaitkan dengan risiko kegemukan dan gangguan jantung, kecuali yang ditonton adalah film horor. Nonton film-film yang seram atau mencekam diklaim bisa membakar kalori sama banyak dengan 30 menit jalan kaki.

Para ilmuwan dari University of Westminster membuktikan hal itu setelah mengamati 10 relawan yang diminta menonton sejumlah film horor klasik. Sembari menonton, para relawan menjalani pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung dan sirkulasi udara pernapasan.

Saat diambil rata-rata, para relawan yang menonton film horor mengalami pembakaran kalori 30 persen lebih banyak dibanding saat menonton tayangan TV yang lain. Makin mencekam film yang ditonton, makin banyak energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori.

Thursday, March 28, 2013

Orangtua Anggap Penderita Hemofilia, Kena Santet

Penderita Butuh Ruangan Khusus

PENDERITA Hemophilia membutuhkan ruangan khusus di setiap rumah sakit, karena penderita Hemofilia yang merupakan penyakit kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah, sangat rentan terkena virus-virus
Hemofilia
PENDERITA Hemofilia membutuhkan ruangan khusus di setiap rumah sakit, karena penderita Hemofilia yang merupakan penyakit kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah, sangat rentan terkena virus-virus 
“Kita siap membantu memperjuangkan hak-hak penderita Hemophilia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” sebut Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar SE ME, saat menemui para orangtua dan anak penderita Hemofilia yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Hemofilia Medan (IKHLIM), kemarin.
Pihaknya dalam hal tersebut telah menyampaikannya kepada Kadis Kesehatan Sumut dan akan membuat surat tembusan ke seluruh Kadis Kesehatan Se Kabupaten/Kota di Sumut. Dan dalam dua bulan ke depan Brilian Moktar berjanji akan menyampaikan hal tersebut langsung ke Kementerian Kesehatan RI.
Brilian berharap para penderita Hemofilia dapat membentuk ikatan yang sama di setiap Kabupaten/Kota, sehingga perjuangannya lebih mudah apabila sudah terorganisir dengan baik.

Apa Itu Diare? Mau Tahu?

SUATU kondisi dimana seorang anak mengalami buang air besar lebih 3 kali sehari, dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, dan kadang disertai darah dan lendir.
Apa Itu Diare
SUATU kondisi dimana seorang anak mengalami buang air besar lebih 3 kali sehari, dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, dan kadang disertai darah dan lendir.

BERDASAR JANGKA WAKTU
1. DIARE AKUT
Sampai 7 hari
2. DIARE KRONIS
Lebih dari 8 – 14 hari

PENYEBAB UTAMA DIARE
1. INFEKSI : VIRUS 90 %, BAKTERI, PARASIT
2. ALERGI BAHAN MAKANAN ATAU OBAT TERTENTU
3. ANTIBIOTIC INDUCED DIARE
4. PSIKOLOGIS ATAU STRESS.

PENULARANNYA :
3 F : FINGER, FOOD, FLY
Anak2 sering memasukan sembarang mkanan melalui mulut sehingga mudah terkontaminasi virus atau kuman.

Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus.

Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus.
Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus.

Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.

Di Medan, Diare Nomor Satu

KOTA Medan ‘terpilih' menjadi kota nomor satu tertinggi kasus diare. Bahkan, tahun 2011-2012, angka kesakitan diare di kota yang mendapatkan Piala Adipura ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Diare No 1 Di Medan
KOTA Medan ‘terpilih' menjadi kota nomor satu tertinggi kasus diare. Bahkan, tahun 2011-2012, angka kesakitan diare di kota yang mendapatkan Piala Adipura ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Sumut, kasus kejadian diare di Kota Medan sepanjang tahun 2011 sebanyak 29.375 kasus. Sedangkan di tahun 2012, angka kesakitan diare sebanyak 29.769 kasus.


Secara global, kasus diare yang terjadi di Sumut cenderung mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2011, kasus diare di provinsi ini sebanyak 215.651 kasus dengan rincian 212.729 kasus mendapat pelayanan di sarana kesehatan dan 2.922 kasus ditemukan oleh kader.


Sedangkan tahun 2012, kata Kabid PMK Dinkes Sumut melalui Pemegang Program Diare Dinkes Sumut, Rosintan Sianturi, kasus diare sebanyak 222.682 kasus. 


“Rinciannya, 220.460 kasus di sarana kesehatan dan 2.222 kasus ditemukan oleh kader,” ungkap Rosintan, Rabu (27/3/13) di ruang kerjanya.

Jumlah kematian akibat diare di tahun 2011, sambungnya, terjadi  sebanyak 26 kasus kematian, sedangkan di tahun 2012 sebanyak 35 kasus.


Brilian Moktar : Dokter Sebagai Pelayanan Sosial

ANGGOTA DPRD Sumut Brillian Mokhtar mengingatkan dokter dan perawat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.
Brilian Moktar
ANGGOTA DPRD Sumut Brilian Moktar mengingatkan dokter dan perawat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.

“Ingat, dokter dan perawat mempunyai fungsi pelayanan sosial, ingat sumpah jabatan saat dilantik,” kata politisi PDIP ini, kemarin.


Namun, sistem pemerintahan sekarang membuat permasalahan dokter dan perawat menjadi sangat pragmatif, dimana biaya pendidikan yang mahal. 


Disinggung mengenai masih adanya keluhan pasien Jamkesmas, dirinya menegaskan pasien Jamkesmas itu bukan gratis, tetapi dibayar oleh negara. 


“Walaupun biaya mungkin lebih rendah tetapi kan banyak dan jangan hal itu membuat pasien tidak diperhatikan,” tukasnya.

Ia juga menyampaikan kalau ada pasien yang merasa tidak dilayani oleh dokter ataupun perawat, silahkan lapor kepadanya.

Bidvertiser